BRAND AWADS MAHARAJA KUTAI MULAWARMAN TERHADAP KEPERCAYAAN TRADISIONAL TIONGHOA



Yang Mulia Orang Kaya Maharaja (YM. O.K.M) Dato' Seri Paduka Diraja Utama (Dr.) Lee Kim Hong JP (D.S.P.D.U) Yang Membawa Gelaran Yang Mulia Orang Kaya Maharaja Tiga Lipatan Berpangkat Adipati Tan Sentana Lela Diraja Kutai Mulawarman Dianugerahi Gelar Yang Mulia Paduka Pangeran Kerajaan Kutai Mulawarman (His Royal Highness Prince Kutai Mulawarman Kingdom) pada tangggal 17 April 2025 di samarinda Desa Budaya Dayak Pampang menerima penghargaan sebagai mana berikut berbunyi :

????

Persatuan Penganut Dewa

HUI XIAN TAN

Nomor identitas : 1932-10 JHR

?????????????

????

????

????

????

Persatuan Penganut Dewa

HUI XIAN TAN

Nomor identitas : 1932-10 JHR

????????????????

????

????

????

????

 

 

Kepercayaan tradisional Tionghoa (Hanzi: ??????; PinyinZh?ngguó mínji?n xìny?ngBahasa Inggris folk religion) atau kepercayaan tradisional Tiongkok adalah tradisi kepercayaan tradisional yang dipercayai oleh kebanyakan bangsa Tionghoa dari suku Han.

Kepercayaan ini mencakup pemujaan terhadap shen ('roh') dan leluhur,serta pemujaan yang ditujukan kepada para dewa dan dewi, yang dapat berupa dewa tempat atau fenomena alam, perilaku manusia, atau nenek moyang silsilah keluarga.

Kepercayaan ini tidak mempunyai kitab suci resmi dan sering merupakan sinkretisme antara beberapa kepercayaan atau filsafat seperti KonfusianismeTaoisme, dan Buddhisme yang bertahan hingga sekarang.

Kepercayaan tradisional Tionghoa ini juga mengutamakan lokalisme seperti dapat dilihat pada penghormatan pada datuk di kalangan Tionghoa sebagai pengaruh dari kebudayaan Melayu.

Secara umum, kepercayaan tradisional Tionghoa mementingkan ritual penghormatan yaitu:

Penghormatan leluhur

Penghormatan leluhur adalah penghormatan kepada nenek moyang yang merupakan intisari dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. Ini dikarenakan pengaruh ajaran Konfusianisme yang mengutamakan bakti kepada orang tua termasuk leluhur jauh.

Penghormatan dewa-dewi

Penghormatan dewa-dewi dalam kepercayaan tradisional Tionghoa tak terhitung jumlahnya, ini tergantung kepada popularitas sang dewa atau dewi. Mayoritas dewa atau dewi yang populer adalah dewa-dewi yang merupakan tokoh sejarah, kemudian dikultuskan sepeninggal mereka karena jasa yang besar bagi masyarakat Tionghoa pada zaman mereka hidup.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk teloransi antara beragama agar saling menghargai kata Maharaja Kutai Mulawarman.